KISI-KISI SOAL BAHASA JAWA

KISI-KISI SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER 1 KELAS VII, VIII, DAN IX TAHUN 2012/2013

ULANGAN AKHIR SEMESTER 1 KELAS IX

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator
1. Mendengarkan dan memahami berbagai wacana lesan dalam berbagai ragam bahasa Jawa Mendengarkan sandiwara Sandiwara v Mampu mengungkapkan isi sandiwara secara tertulis.

v Mampu menjelaskan unsure intrinsik sandiwara.

2. Mampu menulis bacaan berhuruf jawa Menulis paragraph berhuruf  Jawa yang menerapkan angka Jawa Angka Jawa v Mampu mengurutkan angka Jawa yang dimaksud.

v Mampu menulis angka Jawa secara terpisah

v Mampu menulis angka Jawa dalam kalimat

3. Mampu membaca nyaring sesuai dengan intonasi, jeda atau tempo, lafal dan irama yang benar Membaca nyaring cerita wayang Ramayana Cerita Ramayana Ukara camboran v Mampu menjelaskan isi bacaan.

v Mampu menyebutkan contoh ukara camboran berdasarkan jenisnya

4. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan dan perasaan secara lesan dalam berbagai ragam bahasa jawa dengan unggah-ungguh yang benar Berdialog dengan warga masyarakat v Menjawab pertanyaan yang terkait dengan dialog

v Menyebutkan jenis kalimat dengan dialog

5. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa. Membaca paragraph berhuruf  jawa yang menerapkan angka jawa Angka Jawa v Mampu membaca bacaan berhuruf  jawa yang menerapkan angka jawa

v Mampu mengubah bacaan ke dalam huruf latin

6. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan dan perasaan secara tertulis dalam berbagai bentuk tulisan dan ragam bahasa jawa sesuai dengan unggah-ungguh bahasa Jawa yang benar Menulis sastra sederhana geguritan Geguritan v Mampu menjelaskan aspek yang perlu diperhatikan dalam menulis sastra

v Mampu menjawab pertanyaan yang terkait dengan kegiatan menulis

7. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan dan perasaan secara lesan dalam berbagai ragam bahasa jawa dengan unggah-ungguh yang benar Bercerita tentang adat istiadat Upacara adat v Menyebutkan contoh adat istiadat.

v .Menentukan jenis adat istiadat

v Mengartikan wangsalan

v Menjawab pertanyaan yang terkait dengan adat istiadat

8. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa. Membaca Indah tembang Dhandhanggula Tembang Dhandhanggula v Menyebutkan ciri-ciri tembang Dhandhanggula

v Mengartikan makna kata dalam tembang

9. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa. Membaca nyaring cerita wayang Ramayana Wayang Ramayana v Menjelaskan isi bacaan

v Menyebutkan isi bacaan secara ringkas

v Menentukan jenis ukara

v Menerapkan tembung sesulih

v Mengartikan sanepa

10. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan dan perasaan secara tertulis dalam berbagai bentuk tulisan dan ragam bahasa jawa sesuai dengan unggah-ungguh bahasa Jawa yang benar Menulis Susastra sederhana Cerita Rakyat v Menentukan paraga cerita rakyat

v Menjelaskan arti kata cerita rakyat

v Menerapkan unggah-ungu

ULANGAN AKHIR SEMESTER 1 KELAS VIII

TAHUN PELAJARAN 2012/2013

NO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR MATERI INDIKATOR
1. Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa. Mendengarkan Cerita Legendha Cerita Legenda

Tembung rangkep

Jenis-jenis kalimat

Ragam bahasa jawa

Disajikan wacana legenda

>Menyebutkan tokok/paraga

>Menjelaskan karakter tokoh

>Menjelaskan isi cerita

>Menyebutkan nama tembung

Rangkep

>Menunjukan kalimat yang

menggunakan tembung rangkep

>Menunjukan kalimat perintah

>Menjelaskan cirri-ciri salah satu

jenis kalimat

>Menyebutkan kegunaan ragam

ngoko lugu

>Menunjukan kalimat yang

menggunakan ragam bahasa

ngoko alus

>Mengubah kalimat beragam

ngoko alus menjadi ragam

karma alus

2. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa. Membaca pemahaman cerita wayang Crita wayang Ramayana

Ukara tanggap

Disajikan wacana cerita wayang

>Menjawab pertanyaan bacaan

>Mengubah bacaan ke dalam

ragam bahasa jawa

>Menjelaskan karakter tokoh

>Menjelaskan isi bacaan

>Menjelaskan unsur-unsur

intrinsik cerita wayang Ramayana

>Menunjukan ukara tanggap

tripurusa

>Menunjukan ukara tannduk

>Menjelaskan ukara tanggap Na

>Mengubah ukara tanduk menjadi

ukara tanggap

Membaca paragraf berhuruf Jawa Wacana berhuruf jawa

Tembung entar

Disajikan wacana berhuruf jawa

>Membaca kalimat berhuruf jawa

dengan penerapan pasangan

>Menunjukan kalimat yang

dimaksud dalam bacaan

>Menjawab pertanyaan bacaan

>Mengubah bacaan berhuruf Jawa

ke dalam tulisan latin

>Menyusun kalimat menjadi

paragraf yang benar

>Menunjukan kalimat yang

menggunakan tembung entar

>Menjelaskan makna tembung

entar

3. Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa Mendengarkan iklan Iklan > Mampu mengungkapkan isi iklan secara

tertulis

> Mampu memberi tanggapan tentang isi

iklan

> Mampu menjawab Pertanyaan yang

berkaitan dengan isi iklan

4. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf jawa. Membaca indah geguritan Geguritan > Membaca geguritan dengan lafal,

intonasi dan ekspresi yang sesuai

>Menjawab pertanyaan bacaan.
>Menceriterakan isi geguritan dengan

bahasa sendiri.

Membaca indah tembang Asmaradana Tembang Asmaradana >Menembangkan tembang asmaradana
> Menceriterakan isi tembang
5. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan dan perasaan secara lisan melalui bercerita dalam berbagai ragam bahasa jawa sesuai unggah-ungguh Menulis dua paragraf berhuruf jawa terdiri dari 5 – 7 kalimat Paragraf berhburuf jawa > Mampu menulis pasangan yang mirip

dengan hurufnya.

> Mampu menerapkan pasangan dalam

kalimat.

>Mampu menulis paragraf pendek

berhuruf jawa.

6. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasn dan perasaan secara lisan melalui bercerita dalam berbagai jenis karangan Melakukan percakapan dengan orang yan lebih tua, misalnya menanyakan, menyampaikan pesan atau mengundang secara lisan. Percakapan >Mampu menjawab pertanyaan yang

terkait dengan percakapan.

Ukara tanduk >Mampu membedakan ukara tanduk

mawa lesan dan tanpa lesan

>Mampu menerapkan ukara tanduk

 

ULANGAN AKHIR SEMESTER 1 KELAS VII

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator
1. Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa. Mendengarkan percakapan dalam berbagai kegiatan, misalnya dengan teman sebaya, guru, orang tua, dan orang yang dituakan Percakapan

Tembung lingga

-    Dapat mengajukan dan menjawab pertanyaan sesuaikonteks pembicaraan

-    Dapat memilih kata dalam kalimat yang termasuk tembung lingga

2. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa. Membaca pemahaman bacaan sastra cerita wayang Ramayana Bacaan cerita Ramayana

Tembung andhahan

-    Dapat menjawab pertanyaan bacaan cerita wayang Ramayana

-    Dapat memilih kata yang mendapatkan awalan anuswara

-    Dapat menentukan kata dasar dari sebuah kata jadian

-    Dapat memilih kata yang menggunakan awaln Tripurusa

3. Mampu mengungkapkan pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai jenis karangan menggunakan ragam bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh dan menulis kalimat berhuruf Jawa. Menulis pengalaman pribadi menggunakan ragam ngoko Pengalaman pribadi -    Dapat menunjukkan ragam basa yang digunakan dalamteks pengalaman pribadi

-    Dapat menyebutkan pengalaman pribadi menurut isinya

4. Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa. Mendengarkan cerita teman tentang tema tertentu dengan ragam ngoko dan krama Teks cerita dalam ragam ngoko -    Menyebutkan watak tokoh dalam teks cerita ” KacangMangsa Ninggal Lanjaran “

-    Menyebutkan pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan

-    Menyebutkan sinonim kata yang terdapat di dalam teks

-    Menyebutkan ragam basa dari sebuah kalimat yangterdapat di dalam teks

-    Mampu menyebutkan tokoh cerita, watak tokoh dan isi cerita

5. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan, dan perasaan secara lisan melalui berbicara, bertelepon, dan berdialog dalam berbagai ragam bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh. Berdialog Teks dialog

Ater-ater dan seselan

-    Mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isipercakapan

-    Menyebutkan ragam basa yang digunakan tokoh “Bagas”dalam teks percakapan

-    Dapat memilih kata yang menggunakan sisipan

-    Dapat menyebutkan jenis ater-ater anuswara

-    Dapat menyebutkan pangrimbag kata yang mendapatkan sisipan

6. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa. Membaca nyaring Bacaan cerita fabel -    Menyebutkan jenis dongeng yang tokohnya ” Hewan”

-    Menyebutkan watak tokoh dalam dongeng ” Kancil lankethek “

-    Menyebutkan pesan moral yang terdapat dalam dongeng

7. Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa. Mendengarkan dan memahami pengumuman tentang rencana kegiatan di sekolah. Pengumuman -    Mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi pengumuman
8. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa. Membaca indah geguritan dan tembang Macapat Durma Geguritan

Tembung Entar

Tembang Durma

-    Mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi geguritan

-    Mampu menjelaskan arti tembung entar

-    Mampu melengkapi kalimat dengan tembung entar yang sesuai

-    Mampu menjelaskan guru gatra, guru wilangan dan guru lagu tembang Durma

-    Mampu menjelaskan arti sebuah kata dalam tembang Durma

9. Mampu mengungkapkan pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai jenis karangan menggunakan ragam bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh dan menulis kalimat berhuruf Jawa. Menulis kalimat berhuruf Jawa Sandhangan Panyigeg Wanda -    Mampu menyebutkan jenis-jenis sandhangan panyigeg wanda

-    Mampu menulis kalimat berhuruf Jawa dengan menerapkan sandhangan panyigeg wanda

10. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan, dan perasaan secara lisan melalui berbicara, bertelepon, dan berdialog dalam berbagai ragam bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh. Menelepon atau menyampaikan pesan lisan kepada orang lain Menelepon -    Mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan menelepon
11. Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa. Membaca kalimat berhuruf Jawa. Bacaan Aksara Jawa -    Mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan berhuruf Jawa
12. Mampu mengungkapkan pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai jenis karangan menggunakan ragam bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh dan menulis kalimat berhuruf Jawa. Menulis poster/iklan Teks Iklan

Paribasan

-    Mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan iklan

-    Mampu menjelaskan arti sebuah paribasan

 

 

HASIL PENILAIAN PLPG TAHAP 6 S.D 8 BLOK dan TAHAP 5 NON BLOK SERTA TAHAP 8 NON BLOK RAYON 112 UNNES

HASIL PENILAIAN PLPG TAHAP 6 S.D  8 BLOK dan TAHAP 5 NON BLOK SERTA TAHAP 8 NON BLOK RAYON 112 UNNES

Pengumuman selengkapnya dapat di download pada link di bawah ini:

http://www.ziddu.com/download/20364889/Pengumuman_2__PLPG.rar.html

atau di bawah ini

http://www.ziddu.com/download/20364890/Pengumuman_2__PLPG.xlsx.html

PUTUSAN KONGRES BASA JAWI V TAUN 2011

logo kbj5

PUTUSAN KONGRES BASA JAWI V TAUN 2011

Tema

Basa saha Sastra Jawi minangka Sumber Kawicaksanan

Kangge Mujudaken Watak saha Pakarti Bangsa

Subtema

  1. Basa saha Sastra Jawi minangka Sumber Kawicaksanan Kangge Mujudaken Watak saha Pakarti Bangsa
  2. Basa saha Sastra Jawi minangka Sumber Kawicaksanan Kangge Mujudaken Watak saha Pakarti Bangsa
  3. Basa saha Sastra Jawi minangka Sumber Kawicaksanan Kangge Mujudaken ing Bebrayan Masyarakat
  4. Basa saha Sastra Jawi minangka Sumber Kawicaksanan Kangge Bebrayan tumraping Bangsa
  5. Basa saha Sastra Jawi minangka Sumber Kawicaksanan Kangge Bebrayan tumraping Negari Selengkapnya

Aja Dumeh

Aja manut Baoesastra Djawa W.J.S. Poerwadarminta ora kena (nindakake, nlgakoni), ora prayoga yen; dene dumeh tegese mung amarga (jalaran) saka.  Aja dumeh biasane kanggo sesanti manungsa marang samubarang kang ana ing ngalam ndonya kayata: aja dumeh sugih, aja dumeh pinter, aja dumeh pejabat, aja dumeh pimpinan, aja dumeh wong pangkat, aja dumeh ayu, aja dumeh bagus, lan aja dumeh liyane kang ana sesambungane kara bebrayan agung (masyarakat).

Aja dumeh sugih tegese ora kena (nindakake, nlgakoni), ora prayoga yen mung amarga (jalaran) saka sugihe tumindak deksia marang sapadha-padha, pamer kasugihane, rumangsa kabeh manungsa mesthi mbutuhake kasugihane.

Aja dumeh pinter tegese ora kena (nindakake, nlgakoni), ora prayoga yen mung amarga (jalaran) saka kapinterane kabeh kudu manut marang dheweke, nganggep yen wong liya ora bisa apa-apa, kabeh kalah karo kapinterane.

Aja dumeh pejabat tegese ora kena (nindakake, nlgakoni), ora prayoga yen mung amarga (jalaran) saka jabatane gemedhe sirahe gela-gelo nganggep sapa sira sapa ingsun terus tumindak sakkepenake dhewe amarga rumangsa ora bakal ana kang wani malangi sakabehe tumindakke. Nganggep yen wong lisa sadrema kongkonan kang kudu manut sakabehing prentahe.

Asal-usuling Pekalongan

Cerita Rakyat

Asal Mula Kota Pekalongan

 Pada suatu hari di kerajaan mataram, sedang berlangsung suatu pertemuan tertutup yang hanya dihadiri oleh para petinggi kerajaan Mataram. Mereka sedang membahas masalah ramalan yang menyebutkan bahwa akan ada seorang anak selir yang akan dapat menggoyangkan tahta Sultan Agung jika ia dibesarkan di wilayah kerajaan. Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya diputuskan untuk menitipkan anak tersebut kepada Ki Gede Cempaluk. Beberapa bulan kemudian, lahirlah seorang putra yang lucu dan tampan. Anak laki-laki tersebut adalah putra Sultan Agung yang dikandung oleh selirnya. Sesuai dengan kesepakatan, maka sesaat setelah bayi tersebut lahir langsung dibawa oleh Ki Gede Cempaluk untuk diasuh. Sultan Agung memberikan sebidang tanah di daerah Gambiran, Kesesi kepada Ki Gede Cempaluk sebagai tempat untuk mendirikan padepokan sekaligus kediamannya. Oleh Ki Gede Cempaluk, bayi laki-laki tersebut kemudian diberi nama Jaka Bau. Selengkapnya

Dari sakit hati ke proklamasi harga diri

Sakit hati, ada kalanya sangat penting. Banyak orang sukses bermula karena sakit hati: kepada saudara, tetangga, teman, mantan pacar, mantan kongsi, atau kepada pesaing yang pernah mengalahkannya.

Sakit hati kadang juga menyangkut harga diri. Banyak orang sukses bukan karena ingin kaya, tapi karena tidak ingin harga dirinya diremehkan. Mereka ini golongan yang, setelah sukses, tidak kelihatan menikmati kekayaannya untuk kemewahan hidupnya.

Sakit hati juga biasa datang dari orang pandai yang merasa kepandaiannya tidak dimanfaatkan. Bisa juga datang dari orang yang merasa terjajah, yang kemudian ingin mengalahkan bekas penjajahnya.

Bisakah sakit hati dilakukan secara berjamaah? Oleh satu kelompok? Agar kelompok itu sukses secara bersama-sama? Bisakah sakit hati dilakukan secara nasional? Sehingga bangsa itu secara keseluruhan bisa sukses?

Sebagai orang yang pernah sakit hati, saya mencoba mengumpulkan banyak orang yang sudah lama sakit hati. Yakni para engineer yang selama ini bekerja di perusahaan-perusahaan BUMN. Mereka inilah yang merasa sakit hati setiap kali melihat kemampuan mereka diremehkan.

Salah satu puncaknya adalah saat mereka melihat proyek pembangkit listrik 10.000 MW. Mereka mempertanyakan: mengapa untuk pembangkit yang sekecil 2×7 MW pun harus mentah-mentah didatangkan dari Tiongkok? Apalagi ketika pada akhirnya proyek itu sama sekali tidak bisa dikatakan murah -oleh berbagai sebab, termasuk penyebab dari dalam negeri.

Rabu pagi tanggal 8 Agustus 2012 lalu, mereka berkumpul di aula kantor pusat Pertamina. Selama ini mereka benar-benar sakit hati.

Hanya saja mereka cuma berani mengeluhkannya secara diam-diam dan sendiri-sendiri. Mereka adalah kelompok sakit hati yang meskipun tidak destruktif tapi juga tidak aktif. Mereka pada dasarnya “sakit hati, tapi setengah tidak berdaya”.

Padahal kemampuan mereka luar biasa. Asal ada yang mempersatukan dan mengkoordinasikan. Selengkapnya

SOAL UKG BAHASA JAWA

SOAL UKG BAHASA JAWA

Soal ukg bahasa Jawa belum kami temukan tapi sebagai gambaran awal ketika UKA (uji kopetensi awal) untuk sertifikasi guru 2012 yang diadakan sergur soal bahasa Jawa semuanya menggunakan basa Jawa krama. Aksara jawa pada penggunaan pasangan na dan nya perlu mendapatkan perhatian khusus.

untuk kisi-kisi ukg bahasa jawa dapat di download link di bawah ini sumber http://ukg.kemdikbud.go.id/

http://www.ziddu.com/download/19998905/062BahasaJawa_2.pdf.html

untuk kisi-kisi ukg bahasa Daerah dapat di download link di bawah ini sumber http://ukg.kemdikbud.go.id/

http://www.ziddu.com/download/19998940/062BahasaDaerah.pdf.html

SMPN 1 PEKALONGAN MAJU SEKOLAH SEHAT TINGKAT JAWA TENGAH

SMPN 1 PEKALONGAN berhasil menjadi juara 1 sekolah sehat tingkat Kota Pekalongan tahun 2012, sehingga berhak mengikuti seleksi tingkat eks karisidenan Pekalongan. Tingkat eks karisidenan Pekalongan berhasil menyisishkan lawan, lawannya dan sebagai pemenang. Pada bulan Juli 2012 SMPN 1 PEKALONGAN maju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Prestasi yang cukup membanggakan dengan kondi sekolah sehat upaya peningkatan pendidikan akan lebih mudah karena didasari pada kesehatan masyarakat sekolah.

Budaya Jawa

SMPN 1 PEKALONGAN ikut melestarikan budaya Jawa pada setiap acara perpisahan siswa-siswi kelas IX dan pada acara-acara lain yang diselenggarakan.

Pembalajaran Menyimak

Suasana pembelajaran menyimak drama berbahasa Jawa kelas IX D dengan menggunakan media audio visual. pemakaian  media audio visual menambah semangat, kosentrasi, kesenangan, dan menghidupkan suasana dalam pembelajaran. Pembelajaran menyimak dengan medi audio visual meningkatkan pembelajaran menyimak.

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.